
BIAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak melakukan pemantauan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2026. Kegiatan pemantauan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan tes berjalan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan TKA jenjang SMA di Kabupaten Biak berlangsung selama tiga hari. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak, sebanyak 2.732 siswa mengikuti tes tersebut. Jumlah itu mencapai sekitar 98 persen dari seluruh siswa SMA di wilayah tersebut.
Pelaksanaan TKA melibatkan 19 SMA dan diselenggarakan secara daring. Dengan demikian, seluruh sekolah peserta, termasuk sekolah yang berada di wilayah kepulauan, mengikuti pelaksanaan tes melalui sistem berbasis komputer dan jaringan internet.
Baca Selengkapnya:
Sebanyak 2.732 Siswa Mengikuti TKA 2026
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam pelaksanaan TKA tahun 2026 mencapai sekitar 98 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya keikutsertaan siswa SMA dalam mengikuti kegiatan evaluasi akademik tersebut.
Selain itu, keterlibatan 19 SMA memperlihatkan bahwa pelaksanaan TKA menjangkau satuan pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Biak. Bahkan, sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan turut melaksanakan tes secara daring sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan TKA selama tiga hari juga memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengatur keikutsertaan peserta berdasarkan kesiapan sarana dan prasarana. Dalam hal ini, pembagian sesi menjadi salah satu langkah untuk menyesuaikan jumlah peserta dengan ketersediaan perangkat komputer di masing-masing sekolah.
Adapun materi yang diujikan dalam pelaksanaan TKA tersebut meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia. Kedua mata pelajaran ini menjadi bagian dari materi tes yang diikuti siswa selama jadwal pelaksanaan berlangsung.
Pemantauan Menemukan Kendala Jaringan dan Listrik
Meskipun pelaksanaan TKA telah dipersiapkan oleh masing-masing sekolah, pemantauan pada hari pertama menemukan beberapa kendala teknis. Kendala tersebut terutama berkaitan dengan gangguan jaringan internet dan pemadaman listrik di sejumlah sekolah.
Gangguan jaringan diduga terjadi akibat tingginya beban akses internet. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan TKA yang berlangsung secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah yang mengandalkan koneksi internet untuk menjalankan tes secara daring.
Di sisi lain, pemadaman listrik juga memengaruhi kesiapan beberapa sekolah dalam melaksanakan tes sesuai jadwal. Kondisi tersebut tentu membutuhkan penanganan agar siswa tetap memperoleh kesempatan mengikuti TKA.
Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah yang terdampak pemadaman listrik akan mengikuti TKA susulan. Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah disiapkan. Dengan demikian, siswa yang belum dapat mengikuti tes akibat kendala teknis tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan seluruh tahapan TKA.
Pemantauan secara langsung menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi pelaksanaan di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak dapat memperoleh informasi mengenai kendala yang dihadapi sekolah sekaligus memastikan penanganannya mengikuti ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Daring Menjangkau Sekolah di Wilayah Kepulauan
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan TKA tahun 2026 di Kabupaten Biak adalah penyelenggaraan tes secara daring di seluruh SMA peserta. Kebijakan pelaksanaan tersebut juga diterapkan pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan.
Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan. Ketersediaan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, serta pengaturan sesi harus diperhatikan agar pelaksanaan tes dapat berlangsung dengan baik.
Selain kesiapan infrastruktur, koordinasi antara dinas pendidikan dan pihak sekolah juga diperlukan. Koordinasi tersebut membantu sekolah menyampaikan kendala yang muncul selama pelaksanaan, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang tersedia.
Sementara itu, pembagian sesi berdasarkan ketersediaan komputer menjadi salah satu upaya untuk mengatur pelaksanaan secara tertib. Melalui pengaturan tersebut, sekolah dapat menyesuaikan jumlah peserta dengan kapasitas perangkat yang dimiliki.
TKA Jenjang SMK Dilaksanakan Sesuai Jadwal
Setelah pelaksanaan TKA jenjang SMA selesai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak akan melanjutkan kegiatan serupa untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pelaksanaan TKA jenjang SMK akan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan berlanjutnya pelaksanaan pada jenjang berikutnya, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan. Selain itu, pengalaman dari pelaksanaan TKA jenjang SMA dapat menjadi bahan perhatian dalam mengantisipasi kendala teknis yang mungkin terjadi.
Secara keseluruhan, pemantauan pelaksanaan TKA di Kabupaten Biak merupakan bagian dari upaya memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai prosedur. Meskipun terdapat kendala jaringan internet dan pemadaman listrik di beberapa sekolah, penanganan melalui mekanisme yang tersedia diharapkan dapat menjaga kelancaran pelaksanaan tes.
Melalui koordinasi dan pemantauan yang berkelanjutan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak berupaya memastikan seluruh siswa memperoleh kesempatan mengikuti TKA. Dengan demikian, pelaksanaan TKA tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung dengan baik, termasuk bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah kepulauan.








