
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Tengah resmi ditunda menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini diambil untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah kondisi lingkungan yang belum mendukung pelaksanaan ujian secara optimal.
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya mengusulkan penundaan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Usulan tersebut kemudian disetujui oleh pemerintah pusat sehingga pelaksanaan TKA jenjang pendidikan menengah di wilayah tersebut dialihkan ke jadwal susulan.
Baca Selengkapnya: Dana BOSP Apakah Dapat Digunakan Membayar Honor Guru?
1. Kabut Asap Karhutla Menjadi Pertimbangan Utama
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Kabut asap yang menyelimuti lingkungan dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak yang harus mengikuti kegiatan pembelajaran dan asesmen.
Dalam kondisi tersebut, pelaksanaan ujian perlu mempertimbangkan keamanan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah mengusulkan penundaan TKA sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa usulan tersebut diajukan dalam rapat teknis pelaksanaan TKA melalui pertemuan daring. Keputusan penundaan diharapkan memberi waktu tambahan bagi murid untuk mempersiapkan diri sambil menunggu kondisi lingkungan membaik.
2. Kemendikdasmen Menyetujui Penundaan TKA 2026
Setelah menerima usulan dari pemerintah daerah, Kemendikdasmen menyetujui penyesuaian jadwal pelaksanaan TKA di Kalimantan Tengah. Dengan keputusan tersebut, seluruh pelaksanaan TKA jenjang pendidikan menengah di provinsi ini dialihkan ke jadwal susulan sesuai pembagian yang telah ditetapkan.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan murid menjadi pertimbangan penting dalam penyelenggaraan asesmen pendidikan. Penyesuaian jadwal juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti ujian dalam kondisi yang lebih aman dan kondusif.
Meskipun jadwal utama mengalami perubahan, peserta didik tetap perlu mempersiapkan diri sesuai materi dan ketentuan TKA. Sekolah juga diharapkan menyampaikan informasi terbaru kepada murid dan orang tua agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai waktu pelaksanaan ujian.
3. Ini Jadwal Susulan TKA 2026 di Kalimantan Tengah
Berdasarkan informasi keputusan Kemendikdasmen dan dipublikasikan melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pelaksanaan TKA jenjang pendidikan menengah dialihkan ke empat kelompok jadwal susulan.
Berikut pembagian jadwal yang perlu diperhatikan:
- Susulan I atau Gelombang I: 16–19 November 2026.
- Susulan II atau Gelombang II: 23–26 November 2026.
- Susulan Khusus I untuk Paket C: 21–22 November 2026.
- Susulan Khusus II untuk Paket C: 28–29 November 2026.
Pembagian tersebut menjadi acuan pelaksanaan bagi peserta sesuai kelompok dan kategori yang telah ditetapkan. Karena itu, murid perlu memastikan jadwal masing-masing melalui sekolah atau pengumuman resmi agar dapat mengikuti ujian pada waktu yang benar.
Sekolah juga perlu melakukan koordinasi terkait kesiapan peserta, administrasi, perangkat ujian, dan informasi teknis lainnya. Langkah ini penting untuk mendukung pelaksanaan TKA susulan agar berjalan tertib dan lancar.
4. Murid Mendapat Tambahan Waktu untuk Persiapan
Penundaan TKA memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memanfaatkan waktu tambahan dengan kegiatan belajar yang lebih terarah. Murid dapat mengulang materi, berlatih mengerjakan soal, dan memperdalam pemahaman terhadap kompetensi yang akan diujikan.
Namun, persiapan akademik tetap perlu diimbangi dengan menjaga kesehatan. Peserta didik dan orang tua diharapkan memperhatikan informasi mengenai kondisi kualitas udara serta mengikuti anjuran dari instansi berwenang.
Di sisi lain, sekolah perlu memberikan pendampingan belajar yang sesuai agar perubahan jadwal tidak mengurangi kesiapan murid. Informasi yang jelas mengenai jadwal susulan juga membantu peserta didik menyusun rencana belajar secara lebih teratur.
5. Sekolah Diminta Memantau Informasi Resmi
Setelah adanya penundaan, satuan pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan informasi sampai kepada seluruh peserta. Sekolah diharapkan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan mengikuti arahan teknis dari Kemendikdasmen mengenai pelaksanaan TKA susulan.
Murid dan orang tua sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Jadwal, pembagian kelompok, dan ketentuan teknis perlu dipastikan melalui pihak sekolah atau kanal resmi pemerintah.
Dengan komunikasi yang baik, perubahan jadwal diharapkan tidak menimbulkan kebingungan dan seluruh peserta dapat mengikuti asesmen sesuai ketentuan.
Keselamatan Murid Tetap Menjadi Prioritas
Penundaan TKA 2026 di Kalimantan Tengah merupakan penyesuaian jadwal yang dilakukan setelah mempertimbangkan dampak karhutla dan kondisi kabut asap. Persetujuan Kemendikdasmen memungkinkan pelaksanaan ujian dialihkan ke empat kelompok jadwal susulan pada November 2026.
Ke depan, koordinasi antara pemerintah pusat, Dinas Pendidikan, dan satuan pendidikan tetap diperlukan agar pelaksanaan ujian berjalan aman dan tertib. Dengan mengutamakan kesehatan sekaligus menjaga kesiapan akademik, hak peserta didik untuk mengikuti TKA diharapkan tetap terpenuhi.
Leave a Reply